ibu hamil yang Anda temui.
Bagaimana, apakah Anda sudah selesai menuliskannya, jika sudah sekarang cocokkan jawaban
Anda dengan uraian berikut ini.
A. PERUBAHAN PADA SISTEM REPRODUKSI.
Sebelum kita mempelajari perubahan organ sistem reproduksi, silahkan mengingat
kembali pada Mata Kuliah sebelumnya yaitu tentang anatomi organ reproduksi wanita.
Silahkan Anda tuliskan pada kertas atau buku catatan Anda. Sekarang marilah pelajari materi
dibawah ini dengan bersungguh-sungguh, sambil menuliskan hal-hal penting yang perlu
diingat pada buku catatan Anda.
1. Uterus
Ibu hamil uterusnya tumbuh membesar akibat pertumbuhan isi konsepsi intrauterin. Hormon
Estrogen menyebabkan hiperplasi jaringan, hormon progesteron berperan untuk
elastisitas/kelenturan uterus.Taksiran kasar pembesaran uterus pada perabaan tinggi fundus:
a. Tidak hamil/normal : sebesar telur ayam (+ 30 g)
b. Kehamilan 8 minggu : telur bebek
c. Kehamilan 12 minggu : telur angsa
d. Kehamilan 16 minggu : pertengahan simfisis-pusat
e. Kehamilan 20 minggu : pinggir bawah pusat
f. Kehamilan 24 minggu : pinggir atas pusat
g. Kehamilan 28 minggu : sepertiga pusat-xyphoid
h. Kehamilan 32 minggu : pertengahan pusat-xyphoid
i. minggu : 3 sampai 1 jari bawah xyphoid
Ismus uteri, bagian dari serviks, batas anatomik menjadi sulit ditentukan pada kehamilan
trimester I memanjang dan lebih kuat. Pada kehamilan 16 minggu menjadi satu bagian dengan
korpus, dan pada kehamilan akhir, di atas 32 minggu menjadi segmen bawah uterus. Serviks
uteri mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan akibat progesteron (tanda Goodell).Sekresi lendir serviks meningkat pada kehamilan memberikan
gejala keputihan. Ismus uteri mengalami hipertropi kemudian memanjang dan melunak yang
disebut tanda Hegar.Berat uterus perempuan tidak hamil adalah 30 gram, pada saat mulai
hamil maka uterus mengalami peningkatan sampai pada akhir kehamilan (40 minggu)
mencapai 1000 gram (1 kg).
Sebelum kita mempelajari perubahan organ sistem reproduksi, silahkan mengingat
kembali pada Mata Kuliah sebelumnya yaitu tentang anatomi organ reproduksi wanita.
Silahkan Anda tuliskan pada kertas atau buku catatan Anda. Sekarang marilah pelajari materi
dibawah ini dengan bersungguh-sungguh, sambil menuliskan hal-hal penting yang perlu
diingat pada buku catatan Anda.
1. Uterus
Ibu hamil uterusnya tumbuh membesar akibat pertumbuhan isi konsepsi intrauterin. Hormon
Estrogen menyebabkan hiperplasi jaringan, hormon progesteron berperan untuk
elastisitas/kelenturan uterus.Taksiran kasar pembesaran uterus pada perabaan tinggi fundus:
a. Tidak hamil/normal : sebesar telur ayam (+ 30 g)
b. Kehamilan 8 minggu : telur bebek
c. Kehamilan 12 minggu : telur angsa
d. Kehamilan 16 minggu : pertengahan simfisis-pusat
e. Kehamilan 20 minggu : pinggir bawah pusat
f. Kehamilan 24 minggu : pinggir atas pusat
g. Kehamilan 28 minggu : sepertiga pusat-xyphoid
h. Kehamilan 32 minggu : pertengahan pusat-xyphoid
i. minggu : 3 sampai 1 jari bawah xyphoid
Ismus uteri, bagian dari serviks, batas anatomik menjadi sulit ditentukan pada kehamilan
trimester I memanjang dan lebih kuat. Pada kehamilan 16 minggu menjadi satu bagian dengan
korpus, dan pada kehamilan akhir, di atas 32 minggu menjadi segmen bawah uterus. Serviks
uteri mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan akibat progesteron (tanda Goodell).Sekresi lendir serviks meningkat pada kehamilan memberikan
gejala keputihan. Ismus uteri mengalami hipertropi kemudian memanjang dan melunak yang
disebut tanda Hegar.Berat uterus perempuan tidak hamil adalah 30 gram, pada saat mulai
hamil maka uterus mengalami peningkatan sampai pada akhir kehamilan (40 minggu)
mencapai 1000 gram (1 kg).
2. Vagina / vulva.
Pada ibu hamil vagina terjadi hipervaskularisasimenimbulkan warna merah ungu
kebiruan yang disebut tanda Chadwick. Vagina ibu hamil berubah menjadi lebih asam,
keasaman (pH) berubah dari 4 menjadi 6.5 sehingga menyebabkan wanita hamil lebih rentan
terhadap infeksi vagina terutama infeksi jamur. Hypervaskularisasi pada vagina dapat
menyebabkan hypersensitivitas sehingga dapat meningkatkan libido atau keinginan atau
bangkitan seksual terutama pada kehamilan trimester dua.
3. Ovarium
Sejak kehamilan 16 minggu, fungsi diambil alih oleh plasenta, terutama fungsi produksi
progesteron dan estrogen. Selama kehamilan ovarium tenang/ beristirahat. Tidak terjadi
pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak terjadi ovulasi, tidak terjadi siklus hormonal
menstruasi.
B. PERUBAHAN PADA PAYUDARA.
Akibat pengaruh hormon estrogen maka dapat memacu perkembangan duktus (saluran)
air susu pada payudara. sedangkan hormon progesterone menambah sel-sel asinus pada
payudara. Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan
hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara, serta meningkatkan produksi zat-zat
kasein, laktoalbumin, laktoglobulin, sel-sel lemak, kolostrum. Pada ibu hamil payudara
membesar dan tegang, terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery,
terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor, puting susu membesar dan
menonjol. Hypertropi kelenjar sabasea (lemak) muncul pada aeola mamae disebut tuberkel Montgomery yang kelihatan di sekitar puting susu. Kelenjar sebasea ini berfungsi sebagai pelumas puting susu, kelembutan puting susu terganggu apabila lemak pelindung ini dicuci dengan sabun. Puting susu akan mengeluarkan kholostrum yaitu cairan sebelum menjadi susu yang berwarna putih kekuningan pada trimester ketiga.
Pada ibu hamil vagina terjadi hipervaskularisasimenimbulkan warna merah ungu
kebiruan yang disebut tanda Chadwick. Vagina ibu hamil berubah menjadi lebih asam,
keasaman (pH) berubah dari 4 menjadi 6.5 sehingga menyebabkan wanita hamil lebih rentan
terhadap infeksi vagina terutama infeksi jamur. Hypervaskularisasi pada vagina dapat
menyebabkan hypersensitivitas sehingga dapat meningkatkan libido atau keinginan atau
bangkitan seksual terutama pada kehamilan trimester dua.
3. Ovarium
Sejak kehamilan 16 minggu, fungsi diambil alih oleh plasenta, terutama fungsi produksi
progesteron dan estrogen. Selama kehamilan ovarium tenang/ beristirahat. Tidak terjadi
pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak terjadi ovulasi, tidak terjadi siklus hormonal
menstruasi.
B. PERUBAHAN PADA PAYUDARA.
Akibat pengaruh hormon estrogen maka dapat memacu perkembangan duktus (saluran)
air susu pada payudara. sedangkan hormon progesterone menambah sel-sel asinus pada
payudara. Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan
hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara, serta meningkatkan produksi zat-zat
kasein, laktoalbumin, laktoglobulin, sel-sel lemak, kolostrum. Pada ibu hamil payudara
membesar dan tegang, terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery,
terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor, puting susu membesar dan
menonjol. Hypertropi kelenjar sabasea (lemak) muncul pada aeola mamae disebut tuberkel Montgomery yang kelihatan di sekitar puting susu. Kelenjar sebasea ini berfungsi sebagai pelumas puting susu, kelembutan puting susu terganggu apabila lemak pelindung ini dicuci dengan sabun. Puting susu akan mengeluarkan kholostrum yaitu cairan sebelum menjadi susu yang berwarna putih kekuningan pada trimester ketiga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar